Saturday, April 26, 2008

Lessons in Life by Regina Brett

Lessons in Life By Regina Brett: To celebrate growing older, I once wrote the 45 lessons life taughtme. It is the most requested column I've ever written.My odometer rolls over to 50 this week, so here's an update:
1. Life isn't fair, but it's still good.
2. When in doubt, just take the next small step.
3. Life is too short to waste time hating anyone.
4. Don't take yourself so seriously. No one else does.
5. Pay off your credit cards every month.
6. You don't have to win every argument. Agree to disagree.
7. Cry with someone. It's more healing than crying alone.
8. It's OK to get angry with God. He can take it.
9. Save for retirement starting with your first paycheck.
10. When it comes to chocolate, resistance is futile.
11. Make peace with your past so it won't screw up the present.
12. It's OK to let your children see you cry.
13. Don't compare your life to others. You have no idea what theirjourney is all about.
14. If a relationship has to be a secret, you shouldn't be in it.
15. Everything can change in the blink of an eye. But don't worry;God never blinks.
16. Life is too short for long pity parties. Get busy living, or getbusy dying.
17. You can get through anything.
18. A writer writes. If you want to be a writer, write.
19. It's never too late to have a happy childhood. But the secondone is up to you and no one else.
20. When it comes to going after what you love in life, don't takeno for an answer.
21. Burn the candles, use the nice sheets, wear the fancy lingerie.Don't save it for a special occasion. Today is special.
22. Over prepare, then go with the flow.
23. Be eccentric now. Don't wait for old age to wear purple.
24. The most important sex organ is the brain.
25. No one is in charge of your happiness except you.
26. Frame every so-called disaster with these words: 'In five years,will this matter?'
27. Always choose life.
28. Forgive everyone, everything.
29. What other people think of you is none of your business.
30. Time heals almost everything. Give time, time.
31. However good or bad a situation is, it will change.
32. Your job won't take care of you when you are sick. Your friendswill. Stay in touch.
33. Believe in miracles.
34. God loves you because of who God is, not because of anything youdid or didn't do.
35. Whatever doesn't kill you really does make you stronger.
36. Growing old beats the alternative - dying young.
37. Your children get only one childhood. Make it memorable.
38. Read the Psalms. They cover every human emotion.
39. Get outside every day. Miracles are waiting everywhere.
40. If we all threw our problems in a pile and saw everyone else's,we'd grab ours back.
41. Don't audit life. Show up and make the most of it now.
42. Get rid of anything that isn't useful, beautiful or joyful.
43. All that truly matters in the end is that you loved.
44. Envy is a waste of time. You already have all you need.
45. The best is yet to come.
46. No matter how you feel, get up, dress up and show up.
47. Take a deep breath. It calms the mind.
48. If you don't ask, you don't get.
49. Yield.
50. Life isn't tied with a bow, but it's still a gift.

Thursday, April 24, 2008

Pisces ..i am pisces

this what they say 'bout Pisces ;

Para Pisces kaum yang ekstrim, sensitif dan lain dari yang lain. Mereka ingin melakukan segala sesuatunya dengan baik tetapi hal ini sulit sekali, karena mereka juga harus selalu mendengarkan kata hati mereka tentang hal-hal yang benar & salah. Para pisces penuh pesona, humor dan sipati bila berhadapan dengan orang lain sehingga menerima banyak pertolongan dari orang lain. Pisces butuh suatu wadah untuk mengembangkan bakatnya sehingga ia merasa sangat bahagia. Mereka akan frustasi bila terjebak dalam rutinitas.

Mereka mudah percaya janji-janji yang diberi oleh orang lain, tanpa berpikir panjang. Kaum Pisces pandai dalam hal memainkan perasaan. Mereka menjadi sangat sensitif terhadap apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain, dam menjadi sangat mudah marah tanpa alasan yang jelas. Ini membuat orang lain sulit menebak perasaan mereka. Kaum Pisces pandai membujuk.
Mereka senang bila pekerjaannya dihargai orang lain, bila tidak maka ia tidak akan mengerjakan tugasnya dengan benar. Pisces senang pada hal-hal yang bersifat hiburan dan bersedia menjadi tuan rumah dari setiap peristiwa atau pertemuan. Mereka terlihat malu dan tertutup namun padahal tidak. Bila mereka merasa nyaman dengan sekitarnya, mereka tidak akan ragu untuk mengambil alih.

Asmara para Pisces: Pisces cenderung menjadi pasangan yang penuh gairah, peduli pada kebutuhan pasangannya dan ingin menyenangkan pasangannya. Mereka ahli membuat situasi menjadi terbalik dan mudah memanipulasi pasangannya. Kaum pisces paling sulit dimengerti, terutama bila itu menyangkut urusan percintaan. Mereka sering melakukan sesuatu yang berlawanan dengan perkataan mereka. Mereka perayu yang hebat dan penuh ide-ide baru yang sulit untuk ditolak dan dilupakan.

i blew up my past - DELETED

Try to memorize what i've done in the past. looking back all the journals i've wrote. ketawa sendiri, bete sendiri, jijik sendiri. i've deleted some of them, yang sekiranya dah ga penting lagi.
dah gw hapus-hapusin. ga penting banget deh kayaknya...kaya mau muntah aja bacanya. setelah dipikir pikir, kok gw bisa sedangdut itu ya dulu..hehe

Luv
Thia

The Story Behind "Penjara" - Part 2

Kemarin..aku coba suasana baru..duduk duduk dengan petugas kunjungan di Aula Kunjungan , cuma mau liat liat...bagaimana sih suasananya...Aula kunjungan biasanya selalu penuh sesak..walaupun di sediakan banyak Kipas Angin, tetap saja panansnya buat baju basah dengan keringat...tapi Kerinduan dengan sanak saudara dan teman teman yang datang saat itu mengalahkan udara panas di Aula yang cukup menampung puluhan orang yang datang.
Tapi kemarin Aula kunjungan tidak begitu ramai..mungkin karena bulan puasa dan tanggal tua...menjelang lebaran apa apa mahal (berdampak pada barang bawaan yang akan mereka bawa buat keluarga di dalam "hotel") jadi Aula kunjungan tidak terlalu ramai...agak lega..angin dari kipas cukup terasa.Dengan seijin Pak petugas aku di perboleh kan duduk di sampingnya sambil membantu mendata pengunjung yang datang.
satu persatu aku perhatikan setiap Warga binaan (Sebutan buat para penghuni "hotel") ada yang menangis..ada yang tertawa..ada yang cuma diam..
Disalah satu sudut..aku liat Mba Mei* dan seorang pria (lumayan ganteng...) dalam hati ku..pasti dia pria yang sering Mba Mei ceritakan. Suaminya...baru saja 2 thn menikah harus di tinggal karena Mba Mei harus berada di tempat ini. saat itu Mba Mei sempat melihat ke arah aku dan tersenyum...dari bahasa tubuh dan rautnya aku tau dia ingin mengatakan " Iniloh...suami aku..yang aku cerita kan itu..." hehe..begitu kira kira. Aku liat wajah mba mei begitu gembira...hampir setiap minggu suaminya datang mengunjungi..hampir setiap hari mba mei dikirim sms2 mesra dan kata kata penuh makna yang memberikan semangat kalau sang pria akan selalu menunggu nya....duhh....senangnya...
di bangku lain gak jauh dari mba mei..justru sebaliknya...salah seorang yang aku kenal, Mba Sri*lagi menangis tersedu sedu..di tangannya ada selembar kertas..yang belakangan aku baru tau kalau sang suami datang dengan beberapa lembar berkas surat cerai...huuuuuuu...
dari dua kisah tersebut membuat aku berpikir dan terlontar beberapa pertanyaan..seperti kisah Mba Sri.."Janji sehidup semati, bersama dalam suka duka, sakit dan sehat itu kemana?" saat sang wanita sedang dalam kesusahan....sang suami datang dengan membawa BOM di siang bolong.."kemana cinta yang dulu..."
kalu melihat kisah Mba Mei ..aku juga tetap bertanya tanya.."Ada ya...yang mau menunggu sampai sekian lama...4 thn gak lama loh? beruntungnya mba mei mendapat pria seperti itu...kira kira suaminya selingkuh gak ya? kuat gak ya suaminya?" dan masih dengan banyak pertanyaan lain soal cinta,perasaan, dan logika.
seandainya aku berstatus seperti Mba Mei dan Mba Sri...kira kira aku akan mendapatkan Pria yang seperti apa ya?????? YANG MAU MENUNGGU ATAU YANG AKAN MEMBAWA SURAT CERAI??

Note
* Bukan Nama sebenarnya

The Story Behind "Penjara" - by Reza Gardino

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.
Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.
Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?
Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang 'keamanan' yang begitu tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.
"siapa yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.
"Gue terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.
Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.
"Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!" ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.
Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.
Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras. Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.
Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruangan ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.
Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah. Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!
Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.
'Ibu kepala, Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. Tulisnya singkat'.
Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, polisi bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain. Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan Indonesia !

Just a Friend

First it started off innocent. Then it turned into something real. I can't even explain why i'm feeling the way I feel.When you look into my eyes I feel like a little girl. Almost scared to be around you yet still wanting to in your world.I like the way you move and the way you play little games. I like the way it rolls off your lips when you say my name.I like it when you hold me, don't ever want you to let go. Then i remember were just friends were not supposed to be that close.The way you kiss me sets me on fire. It fills my insides up with this burning desire.That desire to touch and continue to feel. The desire to just recieve you and do you at will.I love our conversation and how you listen when I talk. I like how your eyes follow when I turn and start to walk.I wonder if others notice the way you notice me. How sometimes you sneak a feel in the hopes that they didn't see.We have to be careful and we got to be smart. We got to make sure everything stays in the dark.Because we're both in different situations and doing this could risk it on both ends. So we'll keep it on the low and be known as "JUST" FRIENDS! "